Lets take a look inside..

Menengok kembali ke dalam diri kita haruslah sering kita lakukan. Mengingat siapa diri kita, untuk apa Alloh menciptakan kita dan akan kemana kita nanti, merupakan pertanyaan simple namun perlu perenungan panjang untuk menjawabnya.
Kini,lihat lah ke dalam hatimu, mungkin selama ini bukan kedua matamu yang buta, melainkan hatimu...

Selasa, 30 April 2013

Istri Hemat



“Kamu sudah liat iklan yang baru belum?” isi pesan singkatnya di handphoneku.
            “Belum, memangnya iklan tentang apa?” balasku cepat.
            “Itu tentang sayembara mencari istri hemat! Masa belum liat?” tanyanya menambahkan.
            “Iya deh, nanti ku pelototin tivinya biar aku liat iklannya.” Balasku mengakhiri.
            Setelah sms itu berakhir, aku pun mau tidak mau harus memandangi layar kaca berukuran 14 inch itu, demi melihat iklan baru yang diberitakan oleh sahabatku tadi. Aku pun mengganti saluran demi saluran untuk menemukannya. Agak berlebihan mungkin, hanya demi sebuah iklan. Tapi aku penasaran dibuatnya, dan akhirnya aku melihat iklan itu! Ternyata iklan sebuah kartu perdana, yang mungkin sangat terkenal di kota-kota besar sana, bukan untuk dikonsumsi di kota di tengah hutan seperti tempatku merantau sekarang, karena pasti tidak laku. Ku amati iklannya. Lucu juga, bahkan kreatif menurutku. Mengaitkan problematika kehidupan dengan slogan dari kartu perdana tersebut.
            Menarik untuk disimak. Seorang pemuda dari golongan berada duduk di sebuah kursi, kemudian datanglah satu persatu gadis yang ingin menjadi pendamping hidupnya. Semua gadis itu menyebutkan kebolehannya, berusaha untuk menarik perhatian sang pemuda dan berharap ia bisa dipilih olehnya untuk jadi istrinya. Tapi anehnya, sang pemuda pun tak tertarik dengan semua gadis itu, hingga muncul gadis terakhir yang mengatakan dirinya hemat. Dan pemuda itu pun langsung meminangnya.
            Sekilas tampak lucu, menggelitik, dan logis menurutku. Sah-sah saja saat semua kaum adam, memilih pasangan hidupnya, tentu mempunyai harapan kelak istrinya nanti adalah seorang yang hemat dalam mengatur urusan rumah tangganya. Tidak boros dalam segala hal. Tidak bermewah-mewahan dalam memakai harta suami atau miliknya sendiri. Hemat dalam artian sesuai kemampuan, bukan pula berarti pelit apalagi perhitungan.
            Para suami itu akan sangat bangga dan semakin sayang kepada istrinya jika sang istri bisa menjaga dan merawat harta benda yang dibelikan suaminya untuknya. Seperti peralatan elektronik, pakaian dan sebagainya. Tapi akan berlaku sebaliknya, sedih apabila sang istri menjadi makhluk yang boros, tak bisa merawat harta benda suaminya dengan baik.
            Astaghfirulloh. Semoga kelak kita yang telah berstatus sebagai seorang istri ataupun akan menjadi seorang istri bisa banyak mentauladani sikap hemat putrid Rasulullah SAW yakni Fatimah. Yang dengan sahajanya mengerjakan semua keperluan rumah tangganya dengan kedua tangannya saja. Dan semoga Allah SWT mengampuni setiap kekhilafan dan kealpaan kita. Amin.
            Wallohu ‘alam bishowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar